Lompat ke isi utama

Berita

Enam Staf Bawaslu Agam Ikuti Penutupan Orientasi PPPK Bawaslu Sumbar 2026

-

Lubuk Basung, BAWASLU AGAM - Orientasi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Bawaslu Provinsi Sumatera Barat Tahun 2026 resmi ditutup melalui kegiatan yang dilaksanakan secara daring, Senin (10/08). Kegiatan tersebut diikuti sebanyak 176 PPPK Bawaslu se-Sumatera Barat, termasuk enam orang staf Bawaslu Kabupaten Agam.

Kegiatan penutupan diawali dengan sambutan Kepala Sekretariat Bawaslu Provinsi Sumatera Barat, Rinaldi Aulia. Ia menyampaikan bahwa masa orientasi menjadi bagian penting dalam memberikan pemahaman kepada PPPK mengenai tugas, fungsi, nilai, serta lingkungan kerja di Bawaslu.

Sebanyak 176 PPPK mengikuti rangkaian orientasi yang terbagi ke dalam lima kelas. Sebagai bentuk apresiasi, penghargaan diberikan kepada lima peserta terbaik dari masing-masing kelas berdasarkan hasil pelaksanaan orientasi.

Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat dan Hubungan Masyarakat Bawaslu Provinsi Sumatera Barat, Muhamad Khadafi, dalam sambutannya menyampaikan bahwa berakhirnya masa orientasi menjadi penanda kesiapan PPPK untuk menjalankan tugas dan mendukung pelaksanaan pengawasan.

“Setelah orientasi ini, kita sudah siap untuk melaksanakan tugas pencegahan dan pengawasan pada tahapan pemilu berikutnya,” ujarnya.

Sementara itu, Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran, Data dan Informasi Bawaslu Provinsi Sumatera Barat, Vifner, menekankan pentingnya dukungan administrasi dalam menunjang kelancaran pelaksanaan tugas teknis pengawasan.

Menurutnya, PPPK perlu memahami tugas dan fungsi masing-masing serta mampu mengaplikasikan pengetahuan yang diperoleh selama orientasi ke dalam pelaksanaan pekerjaan sehari-hari. Hal tersebut menjadi bagian penting dalam mempersiapkan jajaran Bawaslu menghadapi tahapan pemilu yang akan datang.

“Administrasi memiliki peran penting dalam mendukung kelancaran tugas teknis. Kehadiran PPPK harus mampu memberikan dukungan sesuai tugas dan fungsi, sehingga setiap pekerjaan dapat dilaksanakan dengan baik,” ungkapnya.

Koordinator Divisi Sumber Daya Manusia, Organisasi dan Diklat Bawaslu Provinsi Sumatera Barat, Febrian Bartez, menyampaikan bahwa orientasi telah menjadi ruang bagi PPPK untuk mengasah kemampuan dan mempersiapkan diri menghadapi tahapan pemilu berikutnya.

Ia mengajak seluruh PPPK untuk membangun tim yang solid dan menjalankan peran masing-masing secara optimal. Menurutnya, kinerja Bawaslu secara keseluruhan juga turut dipengaruhi oleh kontribusi dan kualitas kerja PPPK.

“Wujudkan tim yang solid dan jalankan peranan dengan baik. Kinerja Bawaslu juga turut terdampak oleh kinerja PPPK yang ada di dalamnya,” tuturnya.

Selanjutnya, Deputi Bidang Administrasi Bawaslu Republik Indonesia, La Bayoni, menyampaikan bahwa keberadaan PPPK merupakan dukungan strategis bagi kelembagaan Bawaslu dalam menjalankan tugas pengawasan pemilu.

Ia meminta para Kepala Sekretariat dan Koordinator Sekretariat untuk terus memberikan pembinaan kepada PPPK agar dapat melaksanakan tugas secara optimal sesuai dengan kebutuhan organisasi.

La Bayoni juga menegaskan agar masa orientasi tidak hanya dimaknai sebagai kegiatan pengenalan, tetapi menjadi titik awal untuk membangun etos kerja, integritas, profesionalisme, dan tanggung jawab dalam menjalankan tugas di lingkungan Bawaslu.

“Jadikan orientasi ini sebagai titik awal untuk bekerja dengan baik, memahami tugas dan tanggung jawab, serta memberikan kontribusi terbaik bagi kelembagaan Bawaslu,” pesannya.

Dengan berakhirnya rangkaian Orientasi PPPK Bawaslu Provinsi Sumatera Barat Tahun 2026, seluruh peserta diharapkan mampu mengimplementasikan pengetahuan dan nilai-nilai yang diperoleh selama orientasi ke dalam pelaksanaan tugas sehari-hari. Enam staf PPPK Bawaslu Kabupaten Agam yang mengikuti kegiatan tersebut juga diharapkan semakin siap memberikan dukungan terbaik dalam pelaksanaan tugas pengawasan, pencegahan, serta administrasi kelembagaan menghadapi tahapan pemilu berikutnya.

Penulis : GRN

Editor : Yuhendra