Bawaslu Agam Bekali Pelajar SMKN 1 Ampek Nagari dengan Literasi Pemilu dan Hukum
|
Lubuk Basung, BAWASLU AGAM - Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Agam memperkuat pendidikan demokrasi bagi generasi muda melalui kegiatan Kelas Demokrasi di SMKN 1 Ampek Nagari, Rabu (30/09). Kegiatan ini menjadi ruang pembelajaran bagi pelajar untuk mengenal pemilu, memahami peran penyelenggara, serta meningkatkan kesadaran hukum dan pengawasan partisipatif.
Kegiatan yang diikuti siswa dan siswi SMKN 1 Ampek Nagari tersebut menghadirkan Koordinator Divisi Hukum dan Penyelesaian Sengketa Bawaslu Kabupaten Agam, Rendi Oktafianda, sebagai pemateri.
Dalam pemaparannya, Rendi mengajak pelajar memahami pemilu tidak hanya sebagai proses memilih pemimpin, tetapi juga sebagai bagian dari pelaksanaan demokrasi yang membutuhkan keterlibatan masyarakat. Pemahaman tersebut dinilai penting, khususnya bagi pelajar yang akan memasuki fase sebagai pemilih pemula.
“Pemilih pemula perlu dibekali pengetahuan yang memadai agar dapat memahami hak dan kewajibannya dalam pemilu, sekaligus mampu bersikap kritis terhadap berbagai informasi yang berkaitan dengan kepemiluan,” ujar Rendi dalam kegiatan tersebut.
Selain membahas pemilu dan pemilih pemula, materi juga mencakup pengenalan terhadap penyelenggara pemilu serta pentingnya memahami aspek hukum dalam pelaksanaan dan pengawasan pemilu.
Menurut Rendi, literasi hukum menjadi salah satu bagian penting dalam membangun kesadaran demokrasi. Pelajar diharapkan tidak hanya mengetahui proses pemilu, tetapi juga memahami bagaimana masyarakat dapat berperan dalam mengawasi setiap tahapan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
“Kesadaran untuk mengawasi harus dibangun sejak dini. Generasi muda perlu mengetahui informasi yang benar dan memahami bagaimana menyikapi persoalan kepemiluan berdasarkan aturan,” jelasnya.
Dalam kesempatan tersebut, peserta juga diperkenalkan dengan akses informasi publik melalui PPID Bawaslu Kabupaten Agam. Kehadiran kanal informasi tersebut diharapkan dapat memudahkan masyarakat, termasuk kalangan pelajar, dalam memperoleh informasi mengenai kelembagaan dan pengawasan pemilu secara terbuka.
Kelas Demokrasi di SMKN 1 Ampek Nagari menjadi bagian dari upaya Bawaslu Agam memperluas pendidikan demokrasi kepada generasi muda. Melalui ruang pembelajaran yang interaktif, pelajar diharapkan tumbuh menjadi pemilih pemula yang memiliki pengetahuan kepemiluan, kesadaran hukum, serta kepedulian terhadap pengawasan partisipatif.
Bawaslu Agam memandang keterlibatan generasi muda sebagai bagian penting dalam membangun budaya demokrasi. Karena itu, pendidikan demokrasi tidak berhenti pada pemahaman tentang cara memilih, tetapi diarahkan pada pembentukan generasi yang kritis, sadar hukum, dan aktif menjaga proses demokrasi.
Penulis : GRN
Editor : Yuhendra