Lompat ke isi utama

Berita

Satukan Langkah Kawal Demokrasi Menuju Pemilu 2029, Bawaslu Agam Rangkul Media dan Kepolisian

Bawaslu Agam

Lubuk Basung, BAWASLU AGAM -  Dalam rangka mempersiapkan pelaksanaan Pemilu 2029, Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Agam menggelar konsolidasi demokrasi bersama insan pers se-Kabupaten Agam, anggota Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), dan unsur kepolisian dari Polres Agam. Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Kantor Bawaslu Kabupaten Agam pada Rabu (28/10).

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Bawaslu Agam memperkuat sinergi dan membangun komunikasi dengan berbagai pemangku kepentingan guna mendukung terciptanya penyelenggaraan pemilu yang demokratis, berintegritas, dan berkualitas.

Hadir dalam kegiatan tersebut pimpinan Bawaslu Kabupaten Agam, yakni Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Hubungan Masyarakat (P2H) Yuhendra, Koordinator Divisi Hukum dan Penyelesaian Sengketa (HPS) Rendi Oktafianda, serta Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran, Data dan Informasi (PP Datin) Feri Irawan. Ketiganya didampingi para kepala subbagian (Kasubbag) di lingkungan Bawaslu Kabupaten Agam.

Dalam kegiatan tersebut, Bawaslu Kabupaten Agam menekankan pentingnya keterlibatan berbagai pihak dalam membangun kesadaran demokrasi, memperkuat pengawasan partisipatif, serta menciptakan iklim politik yang kondusif menjelang Pemilu 2029.

Selain membahas persiapan menuju Pemilu 2029, jajaran pimpinan Bawaslu Kabupaten Agam juga memaparkan sejumlah kegiatan yang dilaksanakan pada masa non-tahapan pemilu. Kegiatan tersebut meliputi Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan (PDPB), Kelas Demokrasi, sosialisasi Coktas, serta uji petik ke nagari-nagari di Kabupaten Agam sebagai bagian dari upaya memperkuat pengawasan dan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya demokrasi.

Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Hubungan Masyarakat (P2H) Bawaslu Kabupaten Agam, Yuhendra, menyampaikan bahwa penguatan demokrasi tidak hanya dilakukan ketika tahapan pemilu berlangsung, tetapi juga melalui berbagai kegiatan edukasi dan pengawasan pada masa non-tahapan.
“Pada masa non-tahapan ini, Bawaslu tetap menjalankan berbagai kegiatan strategis, salah satunya Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan. Pemutakhiran data pemilih sangat penting untuk memastikan data pemilih tetap akurat dan mutakhir. Kami juga terus mendorong partisipasi masyarakat melalui edukasi demokrasi dan pengawasan partisipatif agar masyarakat semakin memahami perannya dalam mengawal proses demokrasi,” ujar Yuhendra.

Sementara itu, Koordinator Divisi HPS Bawaslu Kabupaten Agam, Rendi Oktafianda, turut menyampaikan pentingnya pemutakhiran data partai politik sebagai salah satu aspek yang perlu mendapat perhatian dalam pengawasan pada masa non-tahapan pemilu. Menurutnya, pemutakhiran data partai politik perlu dilakukan secara berkelanjutan untuk memastikan data dan informasi kepartaian tetap mutakhir sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
“Pada masa non-tahapan pemilu, Bawaslu tetap melakukan pengawasan terhadap sejumlah aspek penting, termasuk pemutakhiran data partai politik. Hal ini menjadi bagian dari upaya memastikan proses dan administrasi kepartaian berjalan sesuai ketentuan. Kami juga terus mendorong edukasi demokrasi melalui Kelas Demokrasi agar masyarakat semakin memahami proses kepemiluan serta pentingnya partisipasi dalam menjaga kualitas demokrasi,” ujar Rendi Oktafianda.

Di sisi lain, Koordinator Divisi PP Datin Bawaslu Kabupaten Agam, Feri Irawan, menegaskan bahwa pengawasan pemilu merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan dukungan dan keterlibatan berbagai pihak, termasuk insan pers dan kepolisian.
“Menjaga kualitas demokrasi bukan hanya menjadi tugas Bawaslu, tetapi membutuhkan dukungan dan peran aktif seluruh elemen masyarakat. Melalui sinergi dengan insan pers dan kepolisian, kami berharap terbangun kesamaan pemahaman serta komitmen bersama untuk mengawal demokrasi yang jujur, adil, dan berintegritas, khususnya dalam menyongsong Pemilu 2029,” ujar Feri Irawan.

Kehadiran unsur kepolisian dari Polres Agam dalam kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari upaya memperkuat koordinasi antarlembaga dalam mendukung situasi yang aman dan kondusif bagi kehidupan demokrasi.

Melalui konsolidasi demokrasi ini, Bawaslu Kabupaten Agam berharap hubungan dan kolaborasi dengan insan pers, organisasi wartawan, serta kepolisian semakin solid. Sinergi tersebut diharapkan mampu mendorong peningkatan literasi kepemiluan, memperluas partisipasi masyarakat dalam pengawasan, serta mengantisipasi berbagai potensi pelanggaran pada penyelenggaraan Pemilu 2029.

Penulis : Sri Wahyuni

Editor : Yuhendra, Fauzan