Pengawasan PDPB 2026 Menjadi Topik Pembahasan di Ngabuburit Pengawasan
|
Lubuk Basung, BAWASLU AGAM - Program kegiatan Ngabuburit Pengawasan kembali hadir pada hari Jum'at (06/03) secara daring yang di adakan oleh Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kota Bukittinggi dan Bawaslu Kota Padang dengan tema Pengawasan Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan (PDPB) 2026, Refleksi dan Tantangan ke Depan.
Bawaslu Kabupaten Agam juga hadir dalam kegiatan ini, baik dari unsur pimpinan serta jajaran staf yang ada di Bawaslu Agam.
Kata sambutan diawali oleh Ketua Bawaslu Kota Bukittinggi, Ruzi Haryadi yang menyampaikan bahwa kegiatan yang diadakan saat ini merupakan evaluasi dari kinerja Bawaslu dalam mengawasi pelaksanaan pengawasan PDPB di pemilu yang lalu sehingga di massa non tahapan pengawasan PDPB ini lebih baik lagi dalam menjaga kualitas data pemilih.
Sedangkan sambutan dari Ketua Bawaslu Padang, Eris Nanda mengungkapkan bahwa data yang akurat dari pengawasan PDPB merupakan jantung pemilu yang krusial untuk
menjamin validitas, akurasi, dan integritas daftar pemilih, serta melindungi hak konstitusional warga negara.
Dalam kegiatan Ngabuburit ini ada tiga narasumber yang memaparkan materi, di mulai dari narasumber dari akademisi, Heru Permana Putra yang membahas pengawasan dinilai memiliki peran strategis dalam memastikan setiap warga negara yang memenuhi syarat dapat terdaftar sebagai pemilih, sekaligus mencegah potensi data ganda, data tidak valid, maupun pemilih yang sudah tidak memenuhi syarat, pembahasan berlanjut pada sistem yang digunakan seharusnya sudah lebih update serta sinkron antara data di aplikasi yang ada di Disdukcapil dan KPU.
Untuk narasumber ke dua, Anggota Bawaslu Kota Bukittinggi, Eri Vatria membahas terkait teknis pengawasan pemutakhiran PDPB yang dilaksanakan oleh Bawaslu Kota Bukittinggi dimana kesimpulan dari pengawasan PDPB tersebut, pentingnya sinergi antara pengawas pemilu, penyelenggara pemilu, pemerintah daerah, serta instansi terkait dalam proses pembaruan data pemilih. Kolaborasi lintas sektor dinilai menjadi kunci dalam meningkatkan kualitas data pemilih secara berkelanjutan.
Dan terakhir narasumber dari Anggota Bawaslu Kota Padang, Firdaus Yusri yang membahas perubahan data PDPB yang harus lebih intens untuk di awasi oleh Bawaslu apalagi beberapa waktu ini daerah di Sumatera Barat terdampak bencana alam dimana perubahan data PDPB juga mengalami perubahan.
Keterlibatan masyarakat dalam memberikan masukan dan melaporkan potensi permasalahan data pemilih juga menjadi perhatian dalam diskusi tersebut. Partisipasi publik diharapkan dapat memperkuat pengawasan dan memastikan tidak ada warga yang kehilangan hak pilihnya.
Penulis : GRN
Editor : Yuhendra