Lompat ke isi utama

Berita

Kasubbag Pengawasan Bawaslu Agam Ikuti Rangkaian PKP, Dorong Penguatan Pengendalian dan Kepemimpinan

Bawaslu Agam

Lubuk Basung, BAWASLU AGAM - Kasubbag Pengawasan Bawaslu Kabupaten Agam, Mizlin Hardi, mengikuti rangkaian kegiatan Pelatihan Kepemimpinan Pengawas (PKP) sebagai bagian dari upaya meningkatkan kapasitas dan kompetensi kepemimpinan dalam menjalankan tugas pemerintahan dan pelayanan publik.

 

Dalam rangkaian PKP tersebut, Mizlin Hardi menyusun sejumlah karya yang mengangkat isu aktual dan relevan dengan pelaksanaan tugas di lingkungan Bawaslu Kabupaten Agam. Salah satunya melalui tulisan berjudul “Penerapan Pengendalian Pelaksanaan Kegiatan dan Manajemen Mutu: Tantangan dan Solusi di Lingkungan Badan Pengawas Pemilihan Umum Kabupaten Agam.”

 

Dalam tulisannya, Mizlin menyoroti pentingnya penerapan siklus PDCA (Plan, Do, Check, Act), dalam pengendalian pelaksanaan kegiatan. Menurutnya, pengendalian tidak sekadar berfungsi untuk menemukan kesalahan, tetapi menjadi bagian dari proses pemantauan, evaluasi, dan tindak lanjut untuk memastikan pelaksanaan tugas berjalan sesuai rencana, standar prosedur, dan ketentuan yang berlaku.

 

Mizlin juga mengangkat sejumlah tantangan yang dihadapi Bawaslu Kabupaten Agam, khususnya berkaitan dengan keterbatasan sumber daya manusia, kesesuaian kompetensi dengan kebutuhan jabatan, serta belum optimalnya sistem penjaminan dan peningkatan mutu secara terpadu. Ia menekankan bahwa kompetensi menjadi salah satu faktor penting dalam keberhasilan pengendalian dan pencapaian mutu organisasi.

 

Selain itu, dalam rangkaian PKP, Mizlin Hardi menyusun esai berjudul “Transformasi Kepemimpinan Aparatur Sipil Negara Berbasis Pancasila di Era Disrupsi Digital.” Esai tersebut membahas tantangan kepemimpinan ASN di tengah transformasi digital serta pentingnya menjaga integritas, etika publik, dan kepercayaan masyarakat.

 

Melalui esainya, Mizlin menegaskan bahwa transformasi digital tidak cukup hanya ditopang oleh kemajuan teknologi. Kepemimpinan ASN juga harus mampu menginternalisasikan nilai-nilai Pancasila dan nilai dasar ASN *BerAKHLAK* agar birokrasi dapat berkembang menjadi lebih adaptif, profesional, inovatif, dan tetap berorientasi pada kepentingan masyarakat.

 

Perspektif kearifan lokal Minangkabau turut menjadi bagian dalam refleksi kepemimpinan yang ditulis Mizlin. Menurutnya, kepemimpinan sejati bukan semata-mata tentang kewenangan formal, melainkan keteladanan, musyawarah, pengabdian, dan kemampuan menjaga kepercayaan masyarakat.

 

Keikutsertaan dalam rangkaian PKP diharapkan tidak hanya memberikan penguatan kompetensi secara individual bagi Mizlin Hardi, tetapi juga dapat memberikan kontribusi terhadap peningkatan kualitas tata kelola dan pelaksanaan tugas di lingkungan Bawaslu Kabupaten Agam.

 

Melalui penerapan pengendalian yang sistematis, peningkatan kompetensi, serta kepemimpinan yang berintegritas dan berorientasi pelayanan, penguatan kapasitas aparatur diharapkan dapat mendukung pelaksanaan tugas Bawaslu secara lebih efektif dan bermutu. Sebagaimana ditegaskan dalam salah satu karya Mizlin, pengendalian pelaksanaan kegiatan dan manajemen mutu merupakan kebutuhan nyata untuk menjaga kepercayaan masyarakat terhadap lembaga sebagai salah satu pilar demokrasi.

Penulis: Ayu

Editor: Yuhendra, Arif