Bawaslu Agam Bekali Pemilih Pemula, Mizlin: Jangan Mudah Terpengaruh Informasi
|
Lubuk Basung, BAWASLU AGAM - Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Agam terus mendorong penguatan pendidikan demokrasi di kalangan generasi muda, khususnya pemilih pemula. Upaya tersebut dilakukan melalui kegiatan Kelas Demokrasi di SMK Negeri 1 Ampek Nagari, Rabu (30/9).
Dalam kegiatan tersebut, jajaran Bawaslu Agam hadir langsung ke ruang-ruang kelas untuk memberikan pemahaman mengenai pemilu, demokrasi, serta pentingnya membangun sikap kritis sejak dini. Salah satu kelas yang menjadi sasaran kegiatan adalah Kelas X Teknik Elektronika Industri (X-TEI).
Materi disampaikan oleh Kepala Subbagian Pengawasan Bawaslu Kabupaten Agam, Mizlin Hardi. Dalam pemaparannya, ia mengajak para pelajar untuk memahami bahwa demokrasi bukan sekadar kegiatan memilih dalam pemilu, tetapi juga berkaitan dengan bagaimana setiap warga negara menggunakan hak dan tanggung jawabnya secara sadar.
Menurutnya, pemilih pemula memiliki peran penting dalam menentukan kualitas demokrasi. Karena itu, pemahaman mengenai pemilu perlu diberikan sejak dini agar generasi muda tidak hanya menjadi pemilih, tetapi juga mampu menjadi pemilih yang kritis, rasional, dan bertanggung jawab.
“Menjadi pemilih bukan hanya soal datang ke TPS dan mencoblos. Pemilih juga perlu memahami informasi yang diterima, mengenali pilihan, serta tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum diketahui kebenarannya,” ujar Mizlin dalam penyampaian materi.
Ia juga mengingatkan para siswa yang telah berusia 17 tahun atau memenuhi ketentuan sebagai pemilih agar mulai mempersiapkan diri menjadi pemilih yang cerdas. Sikap kritis diperlukan untuk menyikapi berbagai informasi politik, termasuk informasi yang beredar di media sosial.
Para pelajar juga didorong untuk membiasakan diri memeriksa informasi, membandingkan sumber, dan tidak mudah percaya maupun menyebarkan informasi yang belum terverifikasi. Langkah tersebut menjadi bagian penting dalam membangun budaya demokrasi yang sehat di tengah perkembangan teknologi dan derasnya arus informasi.
Melalui Kelas Demokrasi, Bawaslu Agam berharap pendidikan demokrasi dapat menjadi bekal bagi generasi muda dalam memahami hak dan kewajibannya sebagai warga negara. Pelajar sebagai pemilih pemula diharapkan mampu mengambil bagian dalam kehidupan demokrasi dengan sikap kritis, bijak, dan bertanggung jawab.
Bawaslu Agam menilai pendidikan demokrasi perlu dilakukan secara berkelanjutan. Dengan membangun kesadaran sejak bangku sekolah, generasi muda diharapkan tidak hanya mengenal pemilu, tetapi juga memahami nilai-nilai demokrasi dan pentingnya menjaga proses demokrasi agar berlangsung secara jujur, adil, dan berintegritas.
Penulis : GRN
Editor : Yuhendra