Lompat ke isi utama

Berita

‎Bawaslu Agam Bekali 24 Kader P2P, Siap Kawal Pemilu 2029

Bawaslu Agam

Lubuk Basung, BAWASLU AGAM – Bawaslu Kabupaten Agam menggelar kegiatan Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P) Tahun 2026 mengusung tema "Berfungsi dan Bergerak untuk Pemilu 2029 yang Bermartabat", bertempat di Aula Kantor Bawaslu Kabupaten Agam, Lubuk Basung, Senin (27/7). Kegiatan P2P menjadi salah satu upaya Bawaslu dalam memperkuat kapasitas masyarakat sebagai mitra strategis pengawasan sekaligus membangun kesadaran kolektif untuk mewujudkan penyelenggaraan Pemilu Tahun 2029 yang demokratis, jujur, adil, dan berintegritas.

‎Kegiatan P2P dibuka oleh Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Hubungan Masyarakat (PPH) Bawaslu Provinsi Sumatera Barat, Muhammad Khadafi, yang hadir secara langsung di Kantor Bawaslu Kabupaten Agam. Dalam sambutannya, Khadafi menegaskan bahwa pengawasan partisipatif merupakan salah satu strategi penting Bawaslu dalam memperluas jangkauan pengawasan pemilu. 

‎Menurut Kahadafi, keterlibatan masyarakat tidak hanya menjadi pelengkap, tetapi merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari upaya menjaga integritas demokrasi. Karena itu, generasi muda diharapkan mampu menjadi pelopor dalam membangun budaya pengawasan yang aktif, kritis, dan berkelanjutan.

‎"Sejarah mencatat, dahulu sebelum republik ini berdiri, penggerak-penggeraknya adalah elemen muda ini. Tahun 1928, Sumpah Pemuda, satu bahasa, satu bangsa, itu dimotori oleh anak-anak muda," ujar Khadafi.

‎Ia menambahkan bahwa semangat tersebut harus terus diwariskan dalam kehidupan demokrasi saat ini. Menurutnya, pemuda memiliki energi, idealisme, serta kemampuan beradaptasi dengan perkembangan teknologi yang dapat menjadi kekuatan besar dalam mengawal penyelenggaraan pemilu. Melalui Pendidikan Pengawas Partisipatif, Bawaslu berharap lahir kader-kader pengawas partisipatif yang mampu menjadi agen edukasi, pencegahan, sekaligus penggerak budaya demokrasi di lingkungan masing-masing.

‎Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh seluruh Anggota Bawaslu Kabupaten Agam yang juga sekaligus menjadi narasumber dalam kegiatan ini, Kepala Sekretariat, para Kepala Subbagian serta jajaran Sekretariat Bawaslu Kabupaten Agam, bersama 24 orang peserta Pendidikan Pengawas Partisipatif yang berasal dari berbagai unsur masyarakat. Pada tahun ini, mayoritas peserta merupakan generasi muda yang diharapkan menjadi motor penggerak pengawasan partisipatif menuju Pemilu Tahun 2029.

‎Selama pelaksanaan kegiatan, peserta memperoleh penguatan materi mengenai peran strategis pengawasan partisipatif, nilai-nilai demokrasi, pencegahan pelanggaran pemilu, penyelesaian sengketa proses pemilu, serta pentingnya membangun kolaborasi antara penyelenggara pemilu dengan masyarakat dalam mengawal setiap tahapan pemilu. Melalui diskusi interaktif dan penyampaian materi, peserta didorong untuk memahami mekanisme pengawasan serta meningkatkan kemampuan dalam mengidentifikasi dan melaporkan potensi pelanggaran sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

‎Sesi diskusi berlangsung hangat dan interaktif. Peserta menyampaikan berbagai pertanyaan dan pandangan terkait tantangan pengawasan pemilu di era digital, mekanisme penyelesaian sengketa proses pemilu, penanganan dugaan pelanggaran, hingga strategi meningkatkan partisipasi masyarakat dalam mengawasi setiap tahapan pemilu. Antusiasme peserta menunjukkan tingginya kepedulian generasi muda terhadap penguatan demokrasi dan pentingnya penyelenggaraan pemilu yang berintegritas.

‎Melalui kegiatan ini, Bawaslu Kabupaten Agam menegaskan komitmennya untuk terus memperluas gerakan pengawasan partisipatif melalui pendidikan politik dan penguatan kapasitas masyarakat. Diharapkan para peserta tidak hanya memperoleh pemahaman selama mengikuti kegiatan, tetapi juga mampu menjadi mitra strategis Bawaslu dalam menyebarluaskan nilai-nilai demokrasi, mendorong pencegahan pelanggaran, serta mengawal terwujudnya Pemilu Tahun 2029 yang bermartabat dan berintegritas.

Penulis : Ayu

Editot : Yuhendra, Fauzan