Bawaslu Kabupaten Agam lakukan Sosialisasi Tolak Politik Uang dan Pendidikan Pemilih bersama Posyandu Ibu dan Anak
|
Bawaslu Kabupaten Agam melakukan kegiatan Sosialisasi Pengawasan Partisipatif Pemilu dan Pendidikan Politik Pemilih melalui forum warga dalam kegiatan Posyandu Salak Dusun Bukik Padang Barabah Putiah Jorong Batu Hampa Nagari Manggopoh Kabupaten Agam pada hari Senin, 14 Februari 2022.
Kegiatan dibuka oleh Wali Jorong Batu Hampa Nagari Manggopoh yang dilanjutkan dengan sambutan dari Sekretaris Nagari Manggopoh Ibu Sri Martini. Kegiatan sosialisasi ini diikuti oleh sekitar 35 orang anggota Posyandu Salak dan kader-kader Posyandu Salak Jorong Batu Hampa Nagari Manggopoh.
Materi Sosialisasi tentang bahaya politik uang dan pendidikan politik terhadap Pemilih disampaikan Ibu Okta Muhlia, SE, M.Si (Koordinator Divisi Pengawasan dan Hubungan Antar Lembaga Bawaslu Kabupaten Agam). Dalam penyampaiannya Ibu Okta Muhlia menjelaskan tentang bahaya politik uang (money politik). Terhadap money politik sangat ditekankan kepada masyarakat untuk menolak segala macam bentuk praktek politik uang pada Pemilu 2024 nanti dan mengajak masyarakat Jorong Batu Hampa Nagari Manggopoh untuk melaporkan ke Bawaslu jika nanti ditemukan. Tolak Uangnya dan Laporkan orangnya, ujar Okta Muhlia.
Ia juga menghimbau masyarakat jorong Batu Hampa Nagari Manggopoh untuk datang ke TPS pada hari pemungutan suara nanti agar menggunakan hak pilih. "Karena 1 (satu) suara dari bapak/ibu menentukan arah Indonesia dan khususnya Kabupaten Agam ke depannya", ujarnya lagi.
Selain itu, Ibu Okta Muhlia juga menyampaikan Larangan pelibatan dan membawa anak-anak dalam kegiatan kampanye serta sanksi dan dampak psikologis terhadap anak nantinya. Pada kesempatan yang sama juga disampaikan tentang penanganan pelanggaran yang telah dilakukan oleh Bawaslu Kabupaten Agam, terutama terkait kasus politik uang.
"Kita tentunya berharap setelah sosialisasi ini tidak ada lagi masyarakat batu hampar khususnya yang berurusan dengan Bawaslu dalam penanganan pelanggaran" ujar Okta Muhlia.
Pada akhir materi Ibu Okta Muhlia kembali menekankan bahwa Pemilu yang jujur, adil dan bebas dari money politik akan mampu menghasilkan pemimpin serta wakil rakyat yang terpilih kemudian lebih berintegritas dan berkualitas dan benar-benar mewakili aspirasi masyarakat khususnya di Provinsi Sumatera Barat dan Kabupaten Agam.
“Untuk menghasilkan wakil rakyat dan pemimpin yang baik, yang memikirkan rakyatnya, maka masyarakat harus peduli dan ikut mencegah terjadinya politik uang dalam proses pemilu atau pemilihan” ujarnya lagi.
Kegiatan sosialisasi ini dapat terlaksana karena hasil kerjasama Bawaslu Kabupaten Agam dengan Pemerintahan Nagari Manggopoh melalui pustaka Nagari Manggopoh. Sri Martini selaku sekretaris Nagari Manggopoh, yang juga merupakan pengurus pustaka Nagari Manggopoh dalam sambutannya menghimbau masyarakat yang hadir agar dapat menggunakan hak pilihnya pada Pemilu 2024 mendatang.
“Harapan kita partisipasi pemilih pada Pemilu 2024 dapat mencapai 100% khususnya di Nagari Manggopoh. Semoga informasi yang kita peroleh hari ini dari Bawaslu Kabupaten Agam bermanfaat dan dapat disampaikan ke masyarakat lain secara luas”, tutupnya.