Lompat ke isi utama

Berita

Jurnalis sebagai Pengawas Eksternal menjadi mata dan telinga Bawaslu dalam Pengawasan Pemilu

.

Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat dan Hubungan Masyarakat, Yuhendra dan didampingi oleh Staf Humas Bawaslu Agam mengikuti kegiatan Bedah Buku Koalisi Pewarta Pemilu dan Demokrasi (KPPD) berjudul Catatan Jurnalis Pemilu: Sejarah Keserentakan Pertama Terbesar di Dunia. 

Lubuk Basung, BAWASLU AGAM-Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Agam mengikuti kegiatan Bedah Buku Koalisi Pewarta Pemilu dan Demokrasi (KPPD) berjudul Catatan Jurnalis Pemilu: Sejarah Keserentakan Pertama Terbesar di Dunia yang diadakan oleh Bawaslu Republik Indonesia (RI) bekerjasama dengan KPPD secara daring pada Kamis (14/08).

Kegiatan dihadiri oleh Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat dan Hubungan Masyarakat, Yuhendra dan didampingi oleh Staf Humas Bawaslu Agam.

Anggota Bawaslu RI Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat dan Hubungan Masyarakat Bawaslu RI, Lolly Suhenty menyampaikan apresiasi kapada Para Jurnalis yang telah berpartispasi dalam terwujudnya sebuah buku yang memberikan gambaran pemikiran Jurnalis terhadap Pengawasan Pemilu. Para Jurnalis yang terlibat memberikan kedalaman sudut pandang mereka terkait potret pelaksanaan dan dinamika selama proses pelaksanaan Pemilu berlangsung. 

“Teman-teman Jurnalis sebagai Pengawas Eksternal Bawaslu tetaplah menjadi mata dan telinga Bawaslu, teman berkolaborasi demi mewujudkan sinergi untuk pengawasan Pemilu yang partisipatif “ Ujarnya. 

Dari 12 orang Pencipta buku hadir dalam diskusi ini yaitu, Vitorio Mantalean, Yakub Pryatama Wijayaatmaja, Dian Dewi Purnamasari, Munzir, Rusdiyono dan Dhanis Iswara. Mereka membahas gambaran isi buku sesuai dengan sudut pandang yang mereka alami selama meliput kegiatan pemilu serentak.

Dalam bedah buku ini para Jurnalis menekankan perananan Humas Bawaslu dari Pusat sampai daerah dalam membuka diri memberikan informasi yang cepat dan akurat kepada para jurnalis terkait kejadian dilapangan selama pemilu serentak berlangsung.

 Point penting pada pencipta buku bernama Rusdiyono yang menceritakan bagaimana cepat tanggapnya Humas Bawaslu Provinsi Sumatera Barat dan Kabupaten Mentawai dalam menyampaikan update terkait hilangnya kapal logistik dipulau Mentawai yang ternyata bukan hilang tapi hanya terjadi Lost Contact sesaat dikarnakan cuaca buruk.     

Penulis : GRN

Editor : Yuhendra