Tanamkan Nilai Integritas dan Adaptif Hadapi Tantangan Kepemiluan, Bawaslu Sumbar Gelar Orientasi PPPK
|
Lubuk Basung, BAWASLU AGAM - Bawaslu Provinsi Sumatera Barat menggelar pembukaan Orientasi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Kurikulum Pengenalan Nilai dan Etika Instansi Pemerintah Tahun 2026, pada Rabu (24/06).
Kegiatan digelar secara hybrid, diikuti 199 peserta yang terdiri dari PPPK Bawaslu Provinsi Sumatera Barat dan Bawaslu Kabupaten/Kota se-Sumatera Barat yang bergabung melalui aplikasi telekonferensi. Kepala Sekretariat Bawaslu Kabupaten Agam, Yuli Zamra turut mendampingi 6 (enam) staf sekretariat yang tergabung menjadi peserta Orientasi PPPK.
Ketua Bawaslu Provinsi Sumatera Barat, Alni, menyampaikan bahwa sebelumnya telah diselenggarakan kegiatan peningkatan kapasitas bagi PPPK sejak pengangkatan pada tahun 2025. Ia menekankan, melalui kegiatan Orientasi PPPK yang diselenggarakan secara formal dan berbasis kurikulum ini menjadi langkah penting dalam mempersiapkan ASN yang profesional, berintegritas, dan siap menghadapi tantangan kepemiluan ke depan.
“ASN harus profesional, berintegritas, beretika, dan mempunyai komitmen besar untuk menjalankan seluruh kewajiban yang melekat pada tugas dan formasi jabatan,” tekan Alni.
Ia juga menekankan pentingnya peningkatan kapasitas aparatur dalam menghadapi dinamika penyelenggaraan pemilu dan pemilihan yang terus berkembang. “Mengiternalisasi nilai adalah salah satu tujuan dari kegiatan ini. Harapan besar kita, Bawaslu dapat menjadi lembaga terpercaya, dihargai, dan menghasilkan pemilu/pemilihan yang bermartabat,” tutup Alni.
Kepala Pusat Penelitian, Pengembangan, Pendidikan dan Pelatihan (Puslitbangdiklat) Bawaslu RI, Roy M. Siagian, menegaskan bahwa kehadiran PPPK di lingkungan Bawaslu bukan sekadar penambahan jumlah pegawai atau perubahan status kepegawaian, melainkan bagian penting dalam memperkuat kapasitas kelembagaan. Ia mengajak seluruh peserta untuk bekerja dengan integritas, profesionalisme, serta mampu beradaptasi terhadap perubahan dan perkembangan teknologi.
Orientasi ini merupakan bagian dari penguatan internal kelembagaan agar PPPK memiliki pemahaman yang baik tentang tugas pokok dan fungsi Bawaslu, serta nilai-nilai kelembagaaan untuk melakukan tugas pengawasan di lapangan. “Nilai-nilai tersebut merupakan Kompas Moral kita,” pungkas Roy M. Siagian.
Ia juga menyampaikan bahwa melalui penyelenggaraan kegiatan secara hybrid, Bawaslu membuktikan sifat adaptif, tidak anti dengan perubahan dan dapat menyesuaikan dengan perkembangan zaman. Meskipun ditengah keterbatasan, Bawaslu tetap bergerak dan memanfaatkan waktu non-tahapan menjadi momentum untuk melakukan penguatan kelembagaan, salah satunya melalui Orientasi PPPK. Secara personal, Roy M. Siagian juga berharap PPPK juga memiliki sifat adaptif, tidak merasa puas berada di zona nyaman, serta harus memiliki komitmen untuk mematuhi kebijakan dan aturan di Bawaslu.
Kegiatan orientasi ini akan berlangsung hingga Agustus 2026 dan diharapkan mampu memperkuat pemahaman peserta mengenai nilai, etika, budaya kerja, serta tugas dan fungsi kelembagaan Bawaslu dalam menjaga kualitas demokrasi dan kepercayaan publik terhadap penyelenggaraan pemilu.
Sementara itu, Kepala Bagian Administrasi Bawaslu Provinsi Sumatera Barat, Mafral, dalam laporannya menyampaikan bahwa orientasi dilaksanakan sebagai bagian dari penguatan kompetensi, integritas, dan profesionalisme aparatur. Melalui kegiatan ini, peserta diharapkan memahami struktur organisasi, budaya kerja, nilai-nilai ASN BerAKHLAK, serta peran strategis dalam mendukung kinerja kelembagaan Bawaslu. Memiliki Kurikulum pengenalan nilai dan etika instansi pemerintah, metode pembelajaran yanng digunakan yaitu secara digital melalui LMS (Learning Management System).
Penulis: in
Editor: yuhendra