Lompat ke isi utama

Berita

Peringatan Perang Kamang dan Manggopoh Jadi Momentum Bawaslu Agam Meneguhkan Nilai Perjuangan dan Integritas

Bawaslu Agam

Peringatan Perang Kamang dan Manggopoh Jadi Momentum Bawaslu Agam Meneguhkan Nilai Perjuangan dan Integritas

Lubuk Basung, BAWASLU AGAM – Ketua Bawaslu Kabupaten Agam, Suhendra, menghadiri Upacara Peringatan Perang Kamang dan Perang Manggopoh yang digelar Pemerintah Kabupaten Agam di Lapangan GOR Rang Agam, Senin (15/6). Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk mengenang perjuangan para pahlawan yang telah mengorbankan jiwa dan raga dalam melawan penjajahan demi mempertahankan martabat serta kedaulatan bangsa.

Perang Kamang dan Perang Manggopoh merupakan dua peristiwa heroik yang terjadi sebagai bentuk perlawanan masyarakat Agam terhadap kebijakan kolonial Belanda. Dalam upacara tersebut juga dibacakan sejarah singkat Perang Manggopoh sebagai pengingat atas semangat juang para pejuang yang mempertahankan harga diri dan hak-hak rakyat dari penindasan penjajah.

Upacara berlangsung khidmat dan dihadiri unsur Forkopimda, kepala perangkat daerah, tokoh masyarakat, niniak mamak, pemuda, serta berbagai elemen masyarakat Kabupaten Agam. Bertindak selaku Pembina Upacara adalah Wakil Gubernur Sumatera Barat, Vasko Ruseimy.

Dalam amanatnya, Vasko menegaskan bahwa semangat perjuangan para pahlawan saat ini harus dilanjutkan melalui pembangunan daerah dan peningkatan kualitas kehidupan masyarakat. Menurutnya, perjuangan masa kini dapat diwujudkan melalui peningkatan kualitas pendidikan, penguatan ekonomi masyarakat, serta berbagai upaya pembangunan yang memberikan manfaat bagi generasi mendatang.

Ia juga berpesan kepada generasi muda agar mampu menerapkan nilai-nilai luhur yang terkandung dalam perjuangan Perang Kamang dan Perang Manggopoh, seperti persatuan, kesatuan, serta kecintaan terhadap tanah air. Menurutnya, hikmah yang dapat dipetik dari perjuangan Siti Manggopoh adalah bahwa perjuangan tidak memandang usia maupun gender. Setiap individu memiliki kesempatan untuk terus berkarya, berprestasi, dan memberikan sumbangsih terbaik bagi daerah dan bangsa.
“Perjuangan hari ini harus diwujudkan melalui kesungguhan dalam bekerja, menjunjung tinggi integritas, membangun karakter yang kuat, serta memiliki semangat pengabdian kepada masyarakat dengan tetap berpegang pada falsafah adat basandi syarak, syarak basandi Kitabullah,” ujarnya.

Wakil Gubernur juga menekankan bahwa keberhasilan dan kemajuan tidak pernah dicapai oleh individu semata, melainkan hasil kerja bersama seluruh elemen masyarakat. Karena itu, ia mengajak seluruh pihak untuk terus memperkuat kolaborasi antara pemerintah, pemuda, niniak mamak, alim ulama, cadiak pandai, serta seluruh lapisan masyarakat dalam membangun Sumatera Barat dan Kabupaten Agam yang lebih maju.
“Semoga semangat Perang Kamang dan Perang Manggopoh senantiasa menjadi pemacu semangat bagi kita semua untuk terus berkarya, mengabdi, dan berkontribusi bagi daerah, bangsa, dan negara,” tutupnya.

Menanggapi peringatan tersebut, Ketua Bawaslu Kabupaten Agam menyampaikan bahwa nilai-nilai perjuangan yang diwariskan para pahlawan memiliki relevansi yang kuat dengan pelaksanaan tugas dan fungsi Bawaslu sebagai lembaga pengawas pemilu. Menurutnya, semangat integritas, keberanian, dan pengabdian yang ditunjukkan para pejuang harus menjadi inspirasi bagi seluruh jajaran pengawas pemilu dalam menjalankan tugas pengawasan secara profesional, independen, dan berkeadilan.
“Semangat perjuangan para pahlawan mengajarkan pentingnya menjaga amanah dan memperjuangkan kepentingan masyarakat. Dalam konteks tugas Bawaslu, nilai tersebut diwujudkan melalui pengawasan yang jujur, adil, dan berintegritas guna memastikan proses demokrasi berjalan sesuai peraturan perundang-undangan,” ujar Suhendra.

Suhendra menambahkan, pengawasan pemilu yang efektif tidak dapat dilakukan oleh Bawaslu sendiri, melainkan membutuhkan partisipasi dan kolaborasi seluruh elemen masyarakat. Hal ini sejalan dengan pesan yang disampaikan Wakil Gubernur mengenai pentingnya kerja sama dan gotong royong dalam mencapai tujuan bersama.
“Bawaslu terus mendorong pengawasan partisipatif dengan melibatkan masyarakat, tokoh adat, tokoh agama, pemuda, dan berbagai unsur lainnya. Kolaborasi tersebut menjadi kunci dalam mewujudkan demokrasi yang berkualitas serta menjaga kepercayaan publik terhadap proses pemilu dan pemilihan,” tambahnya.

Peringatan tersebut tidak hanya menjadi ajang penghormatan kepada para pahlawan, tetapi juga sarana menanamkan nilai-nilai perjuangan kepada generasi penerus agar senantiasa menjaga persatuan, semangat kebangsaan, serta mengimplementasikan nilai integritas dan tanggung jawab dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Penulis : Fauzan

Editor : Ayu