Lompat ke isi utama

Berita

Kelas Demokrasi di SMK Negeri 1 Ampek Nagari, Bawaslu Agam Ajak Siswa Gunakan Hak Pilih dan Tolak Politik Uang

Bawaslu Agam

Lubuk Basung, BAWASLU AGAM - Pemahaman tentang demokrasi dan kepemiluan perlu ditanamkan sejak dini, khususnya kepada generasi muda yang akan menjadi bagian penting dalam proses demokrasi. Hal tersebut menjadi salah satu fokus dalam kegiatan *Kelas Demokrasi* yang digelar di SMK Negeri 1 Ampek Nagari, Kabupaten Agam.

Dalam kegiatan tersebut, *Yuhendra, Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat dan Hubungan Masyarakat (P2H) Bawaslu Kabupaten Agam*, memberikan materi mengenai pengenalan pemilu dan pemilihan, mulai dari peserta pemilu, tahapan proses pemilu, hingga pemahaman mengenai siapa saja yang memiliki hak pilih dan siapa yang tidak memiliki hak pilih.

Salah satu hal yang menjadi sorotan dalam penyampaian materi adalah pertanyaan mendasar, *mengapa masyarakat harus memilih dan apa tujuan datang ke Tempat Pemungutan Suara (TPS)?*

Yuhendra menjelaskan bahwa menggunakan hak pilih merupakan bagian dari hak setiap warga negara sekaligus bentuk partisipasi dalam menentukan arah kepemimpinan bangsa.

"*Satu suara menentukan bagaimana nasib bangsa kita ke depan,*" ujar Yuhendra.

Menurutnya, dengan datang ke TPS, masyarakat tidak sekadar memberikan suara, tetapi turut mengambil bagian dalam menentukan pemimpin dan masa depan bangsa. Karena itu, generasi muda, termasuk pemilih pemula, perlu memahami pentingnya hak pilih dan menggunakannya secara bertanggung jawab.

Dalam kesempatan tersebut, *Bawaslu Agam juga melakukan pengecekan Daftar Pemilih Tetap (DPT) secara online terhadap siswa yang hadir dan membawa KTP*. Pengecekan ini dilakukan untuk memastikan data kependudukan dan status siswa sebagai pemilih dapat diketahui sejak dini, sekaligus memberikan pemahaman praktis kepada para siswa mengenai pentingnya memastikan dirinya terdaftar sebagai pemilih.

Kegiatan tersebut sekaligus menjadi sarana bagi siswa untuk mengenal proses kepemiluan secara langsung, tidak hanya melalui materi yang disampaikan di dalam kelas, tetapi juga melalui pengecekan data pemilih.

Yuhendra juga menekankan pentingnya partisipasi pemilih pemula. Ia menyebut, pada pemilu sebelumnya, lebih dari 50 persen pemilih merupakan pemilih pemula. Kondisi tersebut menunjukkan besarnya peran generasi muda dalam proses demokrasi.

Selain mengajak menggunakan hak pilih, Yuhendra mengingatkan para siswa untuk bersama-sama menolak praktik politik uang dalam pemilu.

"*Mari kita sama-sama menghindari politik uang,*" ujar Yuhendra.

Ia menegaskan bahwa masyarakat tidak hanya menjadi objek dalam penyelenggaraan pemilu. Masyarakat juga memiliki peran sebagai subjek yang dapat berpartisipasi aktif, termasuk ikut melakukan pengawasan terhadap proses pemilu secara bersama-sama.

Dalam kesempatan tersebut, Yuhendra juga mengingatkan para siswa agar bijak dalam menerima dan menyebarkan informasi, terutama menjelang pelaksanaan pemilu. Informasi yang diterima melalui media sosial perlu disaring dan diperiksa kebenarannya agar masyarakat tidak mudah terpengaruh oleh informasi hoaks.

Melalui Kelas Demokrasi ini, para siswa diharapkan memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai pemilu, hak pilih, serta pentingnya keterlibatan masyarakat dalam mengawal proses demokrasi.

Yuhendra mengajak generasi muda untuk menggunakan hak pilih pada *Pemilu 2029* dengan datang ke TPS dan menentukan pilihan sesuai hati nurani. Partisipasi masyarakat, menurutnya, menjadi bagian penting dalam menyukseskan proses demokrasi di Indonesia.

Penulis : Sri Wahyuni

Editor : Yuhendra, Fauzan